“Lebih dari 50% akses internet dari Indonesia ternyata didapatkan melalui ponsel bukan komputer. Padahal masih banyak masyarakat yang belum tersentuh layanan Internet, itulah alasan utama mengapa kami memperkenalkan Hape Esia Ngoceh Slim sebagai solusi terhadap kebutuhan tersebut“, papar Erik Meijer
Esia hadir dengan inovasi hape bunding terbarunya, Hape Esia Ngoceh Slim yang memiliki beragam fitur pertemanan dan kini sangat digemari masyarakat seperti facebook, twitter dan fitur chating-an lewat Esia Messenger.
“Belum pernah ada hape bundling semurah ini, hanya Rp 150 ribu (Plus PPN) tapi telah dilengkapi dengan berbagai fitur lengkap baik pertemanan sosial maupun chatting dan bukan sekedar harga promo. Lagipula dengan bentuknya yang tipis dan stylish, hape ini juga memiliki kekuatan di baterei dengan waktu standby selama 8 sampai 11 hari dan waktu bicara hingga 5 jam“, ujarnya.
Disamping itu Hape Esia Ngoceh Slim ditunjang oleh teknologi mutakhir yaitu chipset terbaru dari Qualcomm: QCS 1100 yang menjadikan ponsel ini paling efisien dan canggih dalam pengoperasiannya. “Kita tahulah nama besar Qualcomm untuk CDMA. Kesediaan mereka untuk memberikan tekonologi terbaru chipset di ponsel CDMA menjadikan Hape Esia Ngoceh Slim sangat spesial diantara serangkaian Hape Esia lainnya“, jelas Erik.
Esia pun memberikan bonus tambahan berupa gratis facebook, twitter-an dan nada sambung Esia selama 1 bulan dan bisa mengakes informasi lengkap dan berita terkini lewat portal berita selama 1 minggu. Bahkan masyarakat yang membeli hape ini bisa mendapatkan fasilitas gratis Nelpon Nasional ke seluruh pelanggan Esia lainnya di Indonesia cukup dengan melakukan isi ulang.
Bagi Esia strategi menyediakan hape bundling memang merupakan andalan untuk mendorong laju pertumbuhan pelanggan di tahun 2010. Masyarakat lebih memilih Hape bundling karena alasan kepraktisan dan nilai kedekatan kepribadian dengan fitur yang ada di dalamnya. Ada yang lebih menyukai fitur-fitur pertemanan sosial, tapi ada pula yang lebih memilih fitur hiburan seperti musik. “Dan Esia sangat tanggap terhadap kebutuhan masyarakat tersebut“, kata Erik. (sumber:myesia/opsel)






